TASLABNEWS, TANJUNGBALAI-Puluhan aktivis di Kota Tanjungbalai menggelar aksi di depan kantor Polres Tanjungbalai, Minggu (8/6) dini hari sekira jam 01.00 Wib.
Aksi ini terkait penangkapan 4 aktivis yang mempertanyakan status 13 ABG yang beberapa waktu lalu digrebek polisi diduga sedang pesta narkoba di Hotel.
Kedatangan para aktivis pergerakan dari berbagai organisasi tersebut ber orasi mempertanyakan dasar pihak kepolisian menahan 4 rekannya dan meminta Kapolres Tanjungbalai untuk segera mengeluarkan mereka.

Diketahui 4 orang aktivis yang ditahan diantaranya, Mahmuddin SP, Aldo, Adi, dan Bori. Ke 4 aktivis itu ditahan karena melakukan aksi unjuk rasa mempertanyakan penanganan atas kasus penangkapan 13 orang yang diduga melakukan pesta narkoba di salah satu hotel yang berada di Kota Tanjungbalai, Jumat (6/12) sore sekitar pukul 15.00 Wib.
BERITA SEBELUMNYA:
Diduga Nyabu di Ruang KTV Hotel di Tanjungbalai, 13 Orang ABG Diangkut
Selanjutnya, aktivis se-Kota Tanjungbalai menilai penangkapan rekan mereka dianggap tidak berdasar, sehingga dilakukan aksi spontanitas untuk meminta Kapolres membebaskan rekan juang mereka yang ditahan di Mapolres Kota Tanjungbalai.
Dalam aksinya, Andrean Sullin salah satu orator mengatakan bahwa penangkapan yang dilakukan aparat Polres Kota Tanjungbalai sangat tidak masuk akal, dikarenakan aksi yang dilakukan rekan mereka, hanya meminta penjelasan pihak Polres Kota Tanjung alai atas penangkapan sebanyak 13 orang diduga pelaku pesta narkoba disalah satu KTV Hotel di Kota Tanjungbalai.
“Kita sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan personil kepolisian Kota Tanjungbalai yang menangkap rekan juang kami tanpa landasan yang jelas, karena apa ditahan mereka, jika mengacu pada Undang-undang nomor 9 Tahun 1998 tentang penyampaian pendapat dimuka umum, jika melanggar di pasal mana mereka melanggar, karena sampai detik ini pihak kepolisian enggan memberikan tanggapan terhadap kami dan masyarakat Kota Tanjungbalai, apakah mereka ditahan, dipenjarakan, atau diculik,” terang Andrean Sulin
Lebih lanjut, Andrean Sulin juga mempertanyakan sikap dari Kapolres Kota Tanjungbalai, AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH, yang tidak memberikan penjelasan kepada publik terhadap perkembangan kasus penangkapan 13 orang terduga pelaku pesta narkoba yang didapati di salah satu KTV Hotel Kota Tanjungbalai.
“Seharusnya informasi diberikan kepada publik agar tidak menjadi polemik negatif dan beredar ditengah-tengah masyarakat luas tentang perkembangan kasus atau maraknya peredaran narkoba di Kota Tanjungbalai,”ujarnya.
Sementara itu, sampai saat ini aksi Mahasiswa se-Kota Tanjungbalai masih berlangsung, dan berita ini diterbitkan belum ada pihak dari Polres Kota Tanjungbalai yang bisa dikonfirmasi wartawan. (Dan/syaf)